• Waste Bricks

    Durabilitas dari sampah plastik memang memberikan dampak negatif apabila dilihat dari segi lingkungan, namun memberi berkah saat material plastik tersebut (khususnya botol) dibuat sebagai bahan kontrsuksi. Sifat-fifat fisika dari material tersebut seperti kekuatan terhadap tekanan, konduktivitas thermal dan insulasi, serta daya kedap suara tidak jauh berbeda dengan batu bata biasa. Bahkan saat ini penelitian tentang penggunaan botol plastik sebagai material bahan bangunan terus digalakan guna mengoptimalkan botol plastik ini agar sesuai dengan standar bahan bangunan yang baik.

    house

    Gambar 6. Contoh bangunan dar bahan botol plastik

    Kekuatan dari botol plastik ini sebagai bahan material cukup bervariasi tergantung dari isian botol plastik tersebut. Botol plastik tersebut bisa diisi dengan material sampah plastik (keresek), pasir, dan lain sebagainya. Botol yang diisi plastik (sekitaran 220 gram) memiliki kekuatan kira-kira sebesar 2580 kN/m2 dan apabila semakin berat (dengan materi isian yang sama) maka kekuatannya cenderung meningkat[i]. Sementara itu, botol yang diisi pasir cenderung menunjukan faktor yang lebih kecil di sekitaran 590-720 kN/m2 jauh sekali di atas standar bricks pada umumnya (3670 kN/m2)[ii]. Hal ini mungkin diakibatkan dari daya redam atau elastisitas bahan isian dari plastikyang lebih tinggi dari pasir, sehingga memberikan tambahan kekuatan untuk meredam tekanan dari luar. Penggunaan plastik juga tentu disarankan karena di saat yang hal ini selaras dengan target pengurangan sampah plastik.

    Daya insulasi panas plastik lebih tinggi dari batu bata biasa, sehingga teknologi ini cocok diaplikasikan ruangan yang membutuhkan kestabilan panas seperti green house. Ini juga sangat aplikatif di daerah yang bersuhu dingin, dimana kebutuhan heater ruangan terminimalisir oleh daya insulasi botol plastik yang besar. Sebagai perbandingan, thermal resistensi dari batu bata hanya sebesar 4,20C/W sementara botol plastik yang diisi pasir bisa mencapai 8,50C/W dan botol plastik kosong bisa lebih tinggi lagi yaitu sebesar 18,50C/W28.

    Kemampuan plastik untuk meneruskan cahaya juga bisa dijadikan sebagai media penerangan pasif di rumah. Terkadang penghuni rumah menyalakan lampu di siang hari karena beberapa ruangan tidak dilengkapi struktur refleksi cahaya yang baik, sehingga dibutuhkan sumber penerangan eksternal dari lampu listrik. Dengan menambahkan botol plastik ke struktur dinding, maka ventilasi cahaya dari bahan plastik bisa dikreasikan.

    Kekurangan dari bahan plastik ini adalah sifatnya yang tidak tahan api dan ketidakmampuannya dalam menyerap suara (tidak cocok untuk ruangan kedap suara). Akan tetapi, hal ini bisa diatasi dengan menambahkan material tertentu yang mampu menutupi kelemahan plastik tersebut. Sebagai contoh, pasir bisa ditambahkan sebagai isian botol untuk meningkatkan daya resistansi api dan meningkatkan kemampuan botol dalam meredam suara.

    Teknologi ini sudah banyak diaplikasikan tidak hanya untuk pembuatan dinding kontruksi hunian saja. Bahan materi botol plastik juga digunakan sebagai dinding penahan longsor. Karena keunikan bentuknya, botol plastik ini juga bisa berfungsi sebagai sarana dekoratif untuk taman dan lain sebagainya[i].

    [i] Taaffe, J., O’Sullivan, S., Rahman, M.E. dan Pakrashi, V., 2014. Experimental characterisation of Polyethylene Terephthalate (PET) bottle Eco-bricks. Materials and Design, 60, pp. 50–56.

    [ii] Mansour A.M.H. dan Ali, S.H., 2015. Reusing waste plastic bottles as an alternative sustainable building material. Energy for Sustainable Development, 24, pp. 79–85.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial